Jumat, 07 Oktober 2016

PARA EMBER-BUTUT

''Dosa-dosa itu adalah modal yang bagus untuk ibadah..."

Itu adalah kutipan dari Kang Batara yang kudengar saat berkumpul dirumah beliau bersama para ember-butut dikala semuanya membahas dosa-dosa yang telah dilakukan dimasa lalu.
entah mengapa pembicaraan itu menjurus pada permasalahan dosa masing masing,dimulai dari Kakek Nana yang berterus terang tentang kenakalan dimasa muda dulunya yang membuat seorang mbak penjual jamu jatuh dari sepedanya karna diremas  maaf payu****nya oleh kakek.
Kemudian bermunculanlah adegan adegan dosa yang selama ini tersimpan rapi dari semua kawan kawan,mang Uyu menimpali dengan kriminalitas dan mabuk-mabukan,mang Ace dengan kehidupan jalanan dan susuknya,eful dengan nark*** dan vandalismenya,mang Ujang dengan tawuran dan hura huranya,Damha dengan kenakalan remajanya,mang Apeng dengan.....(Maaf,tak kuasa saya menulisnya)
Dan masih banyak lagi dosa dosa yang terus mengalir semakin lama semakin terbuka yang pada akhirnya kami sadar bahwa kami adalah PARA PENDOSA BESAR

Dosa dosa itu tak pernah habis jika dingat kembali,saat merenung dalam kesendirian selalu saja muncul dosa baru yang terlupakan.Bahkan saat kita ingin hidup tanpa dosapun,dosa itu mengalir dari ucapan kita,tingkah laku kita,dan terbit dari hati kita dan sayangnya kita terlambat menyadarinya. 
setelah semua terjadi

Apakah kami PARA PENDOSA ini pantas untuk dekat dengan Sang Penciptanya ?
Apakah kami PARA PENDOSA ini masih dianggap makhluk ciptaan Allah SWT ?

Allah sangat menyenangi orang orang yang bertaubat .....

Entah dari mana aku mendengar ungkapan itu tapi yang jelas itu melecut semangat kami untuk hijrah dari masa lalu yang amburadul
Dosa dosa itu menjadi modal yang sangat bagus dalam belajar membenahi diri
jujur saja kami masih malu untuk mencurahkan semua ini dihadapan seorang ustadz apalagi imam masjid,saya rasa bukan hanya kami yang seperti itu di dunia ini yang bingung bagaimana cara hijrah yang betul betul disebut hijrah.

Kami semua buta agama bahkan ada yang tak tahu bagaimana cara baca Al Quran dan itu merupakan kerugian terbesar dalam hidup kami,begitu mudahnya kami melupakan hal sangat berguna karena tergoda hingar bingar dunia ini.
Kami terlena........
Kami kelabakan mencari sumber ilmu dari berbagai bentuk dari yang kasar sampai halus,dari yang tebal sampai tipis,dari luar sampai dalam,dari kanan dan kiri,dari atas dan bawah,dari depan dan belakang,bahkan dari nyata dan ghaib
demi sebuah semangat restorasi jasmani dan rohani
demi sebuah jalan yang baru bagi kami dan ingin dijalani bersama sama

Dosa dosa itu mengingatkan kami bahwa kami harus menebus itu semua dengan kebaikan kabaikan yang diridhoi,menjadi modal usaha kami dalam mengusahakan ridho Allah sampai akhir hayat. 

Kami menjadi ember butut yang telah pecah,seandainya ditambalpun harus sebagus mungkin agar ada air yang tertinggal di dalamnya dan itupun rentan terhadap benturan atau beban yang berat,apabila pecah kembali amat sulit untuk diperbaiki lagi dan akhirnya menjadi penghuni rongsokan.
Kami sangat ingin menjadi bagus kembali walaupun harus mengalami proses yang berat dan panjang,harus dicuci dan bersih dari kotoran yang menempel lalu dipanaskan agar menjadi cairan kemudian dimasukan kedalam cetakan sesuai ukuran yang tentu saja ada penyusutan dari segi jumlah dan kualitas.

Tak apalah walaupun akhirnya ember itu menjadi ember kecil atau gayung atau bahkan cangkir yang penting bagi kami adalah menjadi sesuatu yang berguna  dan dapat digunakan untuk orang lain,paling tidak untuk keluarga sendiri.

Harapan mendapatkan ridho Allah menjadi harapan terakhir kami para EMBER-BUTUT Agar dapat di daur ulang mengingat dosa dosa yang tak terkira.

Semoga ALLAH SWT Meridhoi ..........Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar